Bagian Sebelas “apa yang kamu sembunyikan”   Malam tadi Rahma sama sekali tak bisa menutup matanya, semakin ia mencoba maka ia semakin teringat dengan apa yang telah dilakukan Fahmi padanya. Rahma berjalan

Bagian Sepuluh “Kenyataan”   Sejak terjadi keributan malam itu, Rahma merasa sangat bersalah dengan apa yang dilakukannya. Memang Fahmi sudah jarang ada waktu dengan keluarga namun ia sadar jika tidak seharusnya ia

Bagian Tujuh “Kepercayaan”   Selang beberapa hari, sifat Fahmi sudah kembali seperti biasa. Ia tak lagi diam, bahkan lebih terlihat menyayangi Rahma. Sekarang ia lebih menghabiskan waktu bersama istrinya, bahkan Fahmi mengajak

Bagian Enam “siapa dia”   Sejak kepulangannya dari Korea Fahmi dan Rahma memang sudah program untuk memiliki anak, namun Alloh masih belum memberikannya. Fahmi memang tak pernah mengeluh atau membicarakan masalah ini,

Bagian Lima “Namsan Tower” Hari yang ditunggu pun tiba, Rahma sudah menunggu Fahmi selama satu jam tapi masih belum terlihat dibandara. Rahma sudah panik dan selalu melihat kearah jam karena takut ketinggalan

Bagian Empat “Hal Terindah”   Sudah berjalan dua tahun pernikahan Fahmi dan Rahma, kesulitan demi kesulitan sudah mereka jalani. Rintangan demi rintangan telah mereka hadapi, Fahmi sadar belum sepenuhnya dapat membahagiakan Rahma,

Bagian Tiga “Tentang Rasa”   Memang kurang umum jika seorang mahasiswa sudah menikah, mungkin satu banding seratus. Tapi itu tidak membuat Fahmi dan Rahma minder dari anak-anak yang lainnya, itu justru membuat

Bagian Dua “Aku telah Bersamamu”   Pada dasarnya setiap orang menginginkan pernikahan yang sempurna, menikah dengan lelaki yang diinginkannya, hiasan pernikahan yang mewah, pakaian pernikahan bak putri kerajaan dan calon suami yang

  • 1
  • 2