I’m Sorry 4

Diposting pada

Bagian Empat

“Hal Terindah”

 

Sudah berjalan dua tahun pernikahan Fahmi dan Rahma, kesulitan demi kesulitan sudah mereka jalani. Rintangan demi rintangan telah mereka hadapi, Fahmi sadar belum sepenuhnya dapat membahagiakan Rahma, iya masih banyak kekurangan namun Rahma dengan setia menemaninya. Hari ini adalah hari yang sepesial untuk Rahma, sudah sedari pagi Rahma bersiap-siap untuk menjalani proses wisuda. Fahmi pun dengan setia disampingnya, dari mengantar istrinya kesalon pagi buta untuk berias sampai diacara wisudanya.”gimana mas, aku udah rapih kan, studio udah diboking kan, terus…”? tanyannya

“udah, udah semua ko. Kamu tinggal ikutin aja, jangan mikirin apa-apa”. Jawab Fahmi

“aku nggak tau deh kalo nggak ada kamu,makasih ya mas”.

Acara pun akan segera dimulai, Fahmi duduk disamping orangtua Rahma. Dari jarak yang cukup jauh ia memandang istrinya yang terlihat sedang gugup, ia tersenyum lalu mengambil foto diam-diam. Fahmi teringat saat ia wisuda dulu, saat dia gugup Rahma dengan semangat memberikan suport nya pada Fahmi.

Acara pun dimulai semua tamu dan wisudawan duduk rapih mengikuti acara wisuda, satu persatu wisudawan dipanggil untuk melakukan sumpah wisuda. Sebelum maju Rahma sempat melihat kearah Fahmi menandakan jika dia sangat gugup, dan Fahmi dengan senyumannya menyemangati Rahma. Acara berjalan lancar dan hikmat tanpa ada kesalahan apapun.

Selesai acara seperti biasa semua teman Rahma datang untuk memeberika selamat, tak terkecuali Putri yang datang langsung memeluknya sambil menangis.”eh eh kenapa Put”? tanya Rahma.”udah udah jangan nangis lagi”.

“aku seneng Ma, tapi aku sedih kenapa kamu lulus duluan, kenapa nggak nungguin aku”. Ucap Putri yang sontak membuat tawa yang lainnya.

“makanya cepet nyusul, terus nikah”. Ledek Rahma

“iya deh iya, yang udah nikah”. Putri ngambek

Setelah semua selesai, keluarga Fahmi dan keluarga Rahma mengadakan makan malam keluarga. Selain untuk merayakan kelulusan Rahma, makan malam ini sekaligus untuk meningkatkan kekeluargaan kedua pihak. selagi berbincang-bincang Fahmi pun memberikan kejutan untuk Rahma.”karena istri aku udah lulus, aku punya sesuatu buat kamu”. Kata Fahmi

“sesuatu, sesuatu apa mas”? Rahma penasaran

“tebak dong, aku kasih bocoran. Pokoknya ini tuh sesuatu yang kamu pengen dari dulu”.

“sesuatu yang aku pengen, apa itu”. Rahma tak dapat menjawab tebakan Fahmi

“mumpung orangtua kita ada disini, aku juga akan minta izin. Abi, umi, ayah, ibu selama ini Fahmi merasa belum bisa membahagiakan Rahma sepenuhnya dan seperti yang kalian tahu banyak kekurangan Fahmi yang mungkin tak tersadari. Jadi sekarang Fahmi lagi ada rezeki, jadi Fahmi mau ajak Rahma istri Fahmi buat liburan ke Korea, udah lama Rahma pengen kesana, dan sekarang Fahmi akan mengambulkan keinginan Rahma”.

semua nya pun tersenyum bahagia

“Mas ke Korea”? Rahma terkejut.

“iya sayang, karena kamu udah setia menemani aku, dari aku nggak punya apa-apa sampai sekarang. Jadi aku pengen ngajak kamu liburan”. Kata Fahmi membuat Rahma meneteskan air mata kebahagiaan lalu memeluk suaminya.

Melihat keluarga kecil anak-anaknya, orangtua mereka ikut bahagia melihat kebahagiaan mereka. Orangtua Rahma sangat bangga kepada Fahmi yang bisa membahagiakan putrinya.”iya Rahma, sekalian juga kan kalian honeymon. Jangan nunda-nuda punya anak lagi, kan kamu juga udah lulus, lagian ibu juga udah nggak sabar pengen gendong cucu loh. Udah dua tahun juga pernikahan kalian, nggak baik kalo masih ditunda-tunda kan”. Kata Ibu Fahmi

“ibu, kok ngomong gitu sih. Anak itu kan rezeki, kita pasrah aja sama Alloh”. Celetuk Fahmi

Dua tahun pernikahan Fahmi dan Rahma sebenarnya mereka memang tidak pernah menunda memiliki anak, akan tetapi memang belum dikasih sampai sekarang. Tak lantas itu membuat pernikahan mereka tidak bahagia, jusru Fahmi bahagia bisa berdua bersama Rahma.

Sampai rumah Rahma sempat membicarakan apa yang Ibu bilang tadi, wajahnya mulai berubah sedih, dan membuat Fahmi merasa bersalah.”kenapa sih sayang”? tanya Fahmi

“aku kepikiran kata Ibu mas, kita udah dua tahun menikah dan kita juga nggak pernah nunda punya anak. Aku takut mas kalo nggak bisa kasih kamu keturunan”. Kata Rahma

“kamu ngomong apa sih sayang, anak itu Alloh yang kasih. Kita Cuma bisa berdoa dan berusaha. Kalo pun kita nggak punya anak, aku juga udah cukup bahagia kok sama kamu, dan aku kasih tau sama kamu ya. Anak itu nggak harus lahir dari rahim kamu, tapi masih banyak anak-anak disana yang mau kita jadi orangtuanya. Jadi kamu nggak usah khawatir ya”. Jelas Fahmi

“tapi aku takut kamu ninggalin aku atau mungkin nikah lagi sama perempuan lain yang bisa kasih kamu keturuanan”.

“kamu ngomong apa sih, istriku itu Cuma kamu. Aku nggak mau yang lain, karena kamu yang udah nemenin aku dari aku nggak punya apa-apa, kalo aku nikah lagi, berarti enak banget dong dia tinggal enaknya aja, iya kan”. Ledek Fahmi yang berhasil membuat istrinya tersenyum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *