I’m Sorry 2

Diposting pada

Bagian Dua

“Aku telah Bersamamu”

 

Pada dasarnya setiap orang menginginkan pernikahan yang sempurna, menikah dengan lelaki yang diinginkannya, hiasan pernikahan yang mewah, pakaian pernikahan bak putri kerajaan dan calon suami yang tampan, mapan, dan kaya. Begitulah sekiranya, tapi sekali lagi tidak ada yang sempurna didunia ini karena kesempurnaan hanyalah milik Alloh SWT.

Hari ini mungkin adalah hari yang sangat membahagiakan sekaligus menyedihkan untuk Rahma karena tak lama lagi iya akan menjadi milik fahmi calon suaminya, untuk pertama kalinya saat melihat abi dan uminya pasti iya menangis.”entah apa yang aku rasakan saat ini, aku begitu bahagia sampai-sampai air mataku tak juga mau berhenti sesaat kupandang abi dan umiku”. Batin Rahma.

Tepat pukul 10.00 WIB Rahma dibantu dengan uminya untuk berjalan menuju tempat pernikahan, langkah demi langkah iya menatap umi yang terlihat begitu tegar namun iya tau bahwa sebenarnya hatinya pasti sama seperti yang iya rasakan. Iya duduk disamping Fahmi yang sudah siap untuk pembacaan ikrar akad pernikahan. Suasana hatinya berubah saat melihat Fahmi didepannya, entah itu menjadi kebahagiaan yang teramat sangat.

MC pun membacakan runtutan acara, dan tiba saatnya Rahma memberikan seucap kata untuk semua orang sebelum akhirnya ia akan menjadi seorang istri.

Sebelumnya Assalamualaikum Warohmatullohhiwabarokatu. Terimakasi kepada seluruh teman yang sudah hadir hari ini, terimakasih yang teramat dalam pada orangtua saya yang telah membesarkan dan mendidik saya, untuk abi terimaksih telah menjadi ayah yang begitu romantis untuk anak-anaknya, terimakasih kepada yang umi telah menjadi teladan buat saya. Dan untuk orangtua Fahmi, temiakasih karena telah melahirkan calon suami saya dan mendidiknya dengan baik, hari ini kami akan melaksanakan prosesi pernikahan, semoga kelak kami menjadi anak yang berbakti kepada orangtua dan dipertemukan diyaumul kiyamah.amin. Ucap Rahma dengan suara yang menahan air mata

Saat yang mendebarkan pun tiba….

Selanjutnya Fahmi pun berjabat tangan dengan Abi Rahma, dengan penuh hikmat, penghulu mulai memberikan aba-aba memulai kalimat ijab, abi mengucapkan nama Rahma begitu lantang namun terbatah-batah. Semua ikut menangis karena merasakan betaba beratnya abi melepaskan putri satu-satunya dimana iya begitu menyayanginya, mengasihinya, melindunginya sampai iya dewasa, namun setelah ini putrinya akan dilindungi orang lain yang iya sendiripun tak tahu apakah laki-laki ini dapat melindungi putrinya seperti iya melindunginya. Ijab dari abi pun selesai kini dengan nada tegang Fahmi mengucapkan qobul. Terlihat pula wajah pucat Fahmi akan tetapi iya menghafalkannya dengan baik\. Alhamdulilah disahkan oleh para saksi.

Setelah sah Rahma pun memandang wajah suaminya dengan penuh rasa syukur, karena untuk pertama kalinya iya dapat memandang wajah laki-laki begitu lama sambil tersenyum bahagia yaitu dengan suami halalnya yang belum lama disahkan.

Betapa harunya saat-saat itu untuk pertama kalinya juga iya melihat orangtuanya menangis saat kami meminta maaf atas apa yang telah kami lakukan sebagai anak ke orangtua, abi Rahma tak henti-hentinya menangisi putrinya. Karena sekarang putrinya bukanlah tanggung jawabnya lagi, iya sudah menjadi istri sesorang, sambil menangis abi mengatakan pesan yang berulang-ulang.”taati suamimu nak, taati suamimu”.begitu berulang-ulang sambil memeluk putrinya tersebut.

Fahmi dan Rahma pun meminta maaf  kepada orangtua Fahmi, walau terlihat sangat tegar namun iya tahu bahwa sebenarnya mereka pun haru melihat anaknya yang masih muda dan masih kuliah yang masih meminta uang kini iya sudah menikah dan mempunyai tanggung jawab baru.”sayangilah istrimu nak”. Kata ibu Fahmi

“Fahmi janji bu”. Ucap Fahmi yang lalu memeluk ibunya

Rahma pun memeluk ibu Fahmi sambil menangis dan meminta maaf sekaligus berterimakasih telah melahirkan Fahmi dan menerima dia dikeluraga mereka. Kemudian Fahmi memeluk Rahma dan menciup kening istrinya itu untuk pertama kalinya.

Resepsi pernikahan…..

Putri medekati Rahma dengan memandangnya sinis, iya tahu pasti Putri marah karena dulu awalnya iya yang ingin mendekati Fahmi tapi malah tiba-tiba Rahma memberitahu akan menikah dengan Fahmi.”Putri, maafin aku ya”. Rahma memeluk Putri

Putri pun tersenyum.”ih aku Cuma becanda kosa, lagian emang kamu yang pantes sama Fahmi.aku seneng ko sama pernikahan kamu. Udah nggak usah kayak gitu|”. Kata Putri menenangkan Rahma

“aku merasa nggak enak sama kamu, Put”. Dengan nada bersalah

“sa, kamu nggak perlu merasa bersalah, emang kamu ngerebut dia dari aku. Dia kan belum siapa-siapa, berarti semua tuh berhak mendapatkan dia dan lagian dia itu sukanya sama kamu. Sebagai teman aku akan selalu dukung kamu, kamu lebih penting buat aku”. Rahma kembali memeluk Putri.

“apa aku begitu tampan sampai kalian merebutkan aku”. Sambung Fahmi

Putri dan Rahma melihat kearah Fahmi kemudian menertawakan lalu mengabaikan yang Fahmi katakan lalu kembali membicarakan topik yang lain.

Betapa bahagianya Fahri melihat wanita didepannya ini, iya tersenyum begitu bahagianya tak bisa dikatakan bagaimana namun yang jelas itu begitu merasakan kedamaian yang belum pernah iya rasakan sebelumnya. Fahri mengerti mungkin inilah salah satu hikmah dari sebuah pernikahan yaitu mendamaikan.

Hari ini menjadi hari yang sangat membahagiakan untuk mereka, walaupun belum lama saling kenal namun dengan ikatan pernikahan ini dapat menjadi pondasi saling mengenal dan membahagiakan satu sama lain. Karena kita tahu pernikahan itu bukan seberapa lama kita mengenal pasangan kita, bukan seberapa dekat kita dengannya, bukan juga seberapa tahu tentangnnya namun seberapa kita yakin bahwa dia adalah teman hidup sampai kita mungkin tak dapat mengenalnya lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *