I’m Sorry 18

Diposting pada

novel romantis terbaru

 

Bagian Delapanbelas

“mengenang masa lalu”

 

Kota Soul…

Hari pertama di Korea membuatnya teringat tentang masa-masa dimana ia dan Fahmi pernah menghabiskan waktu berdua, ia bahkan tidak sanggup lagi menahan air mata yang terus saja terjatuh setiap ia mengingat apa yang sudah terjadi padanya saat ini. Walaupun ia berusaha untuk mengikhlaskan semuanya tapi ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia sangat sakit menerima semua ini, seakan ia tidak percaya dengan jalan hidup yang ia sedang hadapi. Berkali-kali ia berusaha untuk menerimanya namun berkali-kali juga ia merasa sakit didlam hatinya, keputusannya untuk menerima bahwa Fahmi telah memiliki istri lain membuatnya merasa sangat hancur dan tertekan.

Rahma berjalan ketempat dimana ia dulu pernah singgah dengan Fahmi, sepanjang jalan Rahma berusaha hanya mengingat kenangan manis yang pernah ia lewatkan bersama Fahmi.  Rahma melangkah dengan jawah sedihnya dan ia akan berusaha untuk menerima semua yang sudah terjadi, ia ingin kembali memulai hidup dengan lembaran baru walaupun ini sulit untuknya tapi Rahma percaya bahwa keputusan yang ia ambil adalah hal yang terbaik untuk semua pihak.

Saat Rahma berjalan ia tidak sadar bahwa Fahmi ada tepat didepannya, kemudian ia baru tersadar setelah beberapa cm dari jarak Fahmi berdiri. Rahma menghentikan langkahnya karena tidak menyangka Fahmi akan menyusulnya, bahkan Rahma terkejut jika Fahmi mengetahui dimana ia berada.”apa sudah tenang”. Kata Fahmi kemudian meneteskan air mata

Rahma terpaku melihat kearah suaminya, yang tidak lama air matanya kembali jatuh melihat kedatangan Fahmi menyusulnya. Fahmi pun melangkah kearah Rahma dengan perlahan, sampai ia yakin jika Rahma sudah bisa tenang. Fahmi sudah berada tepat didepan wajah istrinya, ia menghapus air mata Rahma yang mungkin sudah banyak menangis karena nya.”maafin aku, nggak ada kata yang lain yang bisa aku ucapkan selain maaf sayang”. Fahmi meraih tangan Rahma dan mencium tangannya.”kamu maukan maafin aku sayang, maafin suami yang sudah mengecewakan kamu”.

Rahma terdiam memandang suaminya yang memang terlihat begitu tulus meminta maaf dan ia benar-benar menyesali perbuatannya, biar bagaimana pun Fahmi melakukan ini bukan atas kehendaknya walaupun sejujurnya Rahma sangat kecewa tapi ia masih begitu mencintai Fahmi dan masih ingin bersamanya sampai maut yang memisahkan mereka. Rahma pun memeluk Fahmi yang tidak henti untuk meminta maaf.”aku udah maafin kamu mas”. Jawab Rahma

Fahmi menatap istrinya.”kamu serius sayang”.

“aku udah maafin kamu”. Rahma mengulang katanya

“tapi kenapa kamu harus pergi sendiri seperti ini, apa karena kecewa sama aku”.

Rahma tersenyum.”aku hanya butuh sendiri mas, aku hanya mau menguatkan hati aku tentang masalah ini”.

“apa sekarang kamu sudah kuat, jika belum jangan pulang terlebih dahulu”.

“aku sudah kuat mas, insyaalloh aku sudah bisa menerima semuanya. Karena aku sudah memutuskan menjalani hidup seperti ini, karena ini yang terbaik untuk kita”.

“kamu yakin”. Fahmi menyakinkan Rahma

“aku yakin mas, tapi aku harus pergi kesuatu tempat”.

“kemana, aku akan mengantarnya”.

“namsan tower”.

Fahmi pun menggandeng tangan Rahma dan mereka pergi ke Namsan Tower tempat yang ingin Rahma tuju, walaupun ia tidak tahu apa alasan Rahma menginginkan pergi ke tempat itu lagi tapi Fahmi akan berusaha menuruti semua apa yang Rahma inginkan selagi ia bisa melakukannya, sebagai tanda rasa bersalahnya terhadap Rahma dengan apa yang sudah ia perbuat pada Rahma sehingga membuat Rahma sakit hati bahkan tertekan.

Sepanjang perjalanan Fahmi selalu menggenggam tangan Rahma, bahkan ia tidak melepaskannya sampai mereka tiba di Namsan Tower. Namun aneh Rahma membeli gembok kecil padahal mereka sudah pernah melakukannya dulu, Fahmi penuh tanya karena Rahma hanya membeli satu bukannya satu pasang.”buat apa”. Tanya Fahmi penasaran

“hmmm ada deh”.

“mau buat aku penasan ya”.

“apa mas penasaran”.

“iya sangat, mau buat apa sayang bahkan itu kecil”.

“entah, ayo”. Ajak Rahma

Rahma menarik tangan Fahmi untuk pergi keatas, ketempat dimana mereka dulu pernah kunjungi sebelumnya. Fahmi mengira jika Rahma ingin mengingat kenangan saat dulu mereka pernah jalani bersama.”mas”. Panggil Rahma

“iya sayang”.

“mau bantu aku nggak”.

“bantu apa, tentu aku akan melakukannya”.

“cari gembok kita yang dulu”.

“hah! Tapi gembok disini kan banyak sayang, akan sangat sulit menemukannya”.

“apa kamu nggak mau, aku akan cari sendiri”. Rahma cemberut dan melepaskan gandengan Fahmi

Fahmi merasa menyesal mengatakan hal itu, ia pun berusaha membuat Rahma tertawa lagi dengan sedikit candaan yang dibuatnya.”sayang, jangan cemberut dong. Aku kan jadi jelek kalo kamu cemberut kayak gini”.

“kok kamu yang jelek, harusnya aku dong yang jelek kan aku yang cemberut”. Rahma tersenyum

“kamu senyum, nah gitu dong kan jadinya cantik”.

Rahma tersipu dan memukul Fahmi lalu pergi karena malu, ia pun mulai mencari gembok yang dulu pernah ia pasang sebelumnya. Dan ia melihat kebelakang melihat Fahmi yang juga sedang membantunya mencari gembok mereka, walaupun baginya terlihat konyol tapi Fahmi tetap saja menuruti apa yang Rahma katakan. Tentu saja Rahma tersenyum karena tingkah Fahmi yang sangat berusaha membuatnya bahagia.

Sudah hampir setengah hari mereka mencari namun belum juga menemukannya, cuaca yang panas membuat Fahmi kelelahan dan mengajak Rahma untuk beristirahat dulu namun sepertinya Rahma masih sangat serius mencari gembok itu. Fahmi pun kembali mencarinya sampai ia benar-benar sudah lelah dan menghampiri Rahma untuk mengajaknya istirahat dan akan melanjutkannya nanti.”sayang, istirahat dulu ya, kamu laper kan kita makan dulu ya”.

“tapi gemboknya belum ketemu mas”. Kata Rahma yang sambil mencari-cari

“iya kita lanjutkan lagi nanti, kita kan juga butuh tenaga untuk mencarinya”. Menarik tangan Rahma yang terlihat masih berat meninggalkannya.

“ya udah deh”.

Satu jam ……..

Mereka kembali untuk mencari gembok itu, Fahmi melihat kesungguhan Rahma yang sangat ingin menemukannya membuatnya penasaran apa yang akan ia lakukan jika menemukannya.”sayang”. panggilnya

“iya”. Jawabnya singkat

“buat apa sih kamu mencari gembok itu, apa aku boleh tahu”.

“emmmm, aku hanya ingin menemukannya”.

“nggak ada alasan lain”.

“hanya ingin menambahkannya”.

“maksudnya”?

Rahma tida menjawab pertanyaan Fahmi dan kembali mencari gembok mereka, karena tidak ingin membuat suasana hati Rahma berubah Fahmi hanya melanjutkan mencarinya. Bagaimana pun tujuan Rahma pastilah itu sangat penting sehingga ia sangat berusaha untuk mecarinya, Fahmi hanya ingin membantu Rahma menemukannya dan bisa melihat senyum manis istrinya.

Hari sampai larut malam namun mereka masih belum bisa menemukannya, Rahma pun sudah terlihat lelah dan seakan menyerah karena tidak bisa menemukannya. Fahmi pun tidak tega melihat Rahma yang begitu kelelahan, ia membantu Rahma untuk duduk disalah satu kursi yang ada disana.”haruskan kita sudahi pencariannya”. Kata Fahmi

“tapi aku benar-benar ingin menemukannya”. Kata Rahma pasrah

“ya udah, kamu tunggu disini biar aku yang nyari. Kamu sudah terlihat sangat lelah sayang, biar aku saja”.

Rahma mengangguk

Dilihatnya Fahmi yang sangat serius mencari membuat Rahma tidak tega karena ini sudah malam, mungkin memang akan sulit menemukannya diantara jutaan gembok disini. Rahma menghampiri Fahmi yang sedang mencari.”sudah mas”.

Fahmi melihat kearahnya

“jangan dilanjutkan, aku rasa kita tidak akan menemukannya”.

“kamu benar, tapi apa itu sangat penting buat kamu. Jadi jika emang mau aku akan terus mencarinya”.

“aku hanya ingin menambahkan gembok ini, melambangkan Ismail anak kita”. Kata Rahma membuat Fahmi syok

“hanya itu”. Fahmi kecewa

Rahma mengangguk tanpa merasa bersalah

“kenapa tidak kita beli yang baru dan memasangnya lagi sayang, aku pikir itu sangat penting”.

“itu penting menurutku”. Kata Rahma kembali cemberut

Fahmi merasa bersalalah dengan ucapannya, ia pun bertingkah sok imut agar Rahma tidak marah lagi padanya. Karena ia tidak ingin membuat istrinya sedih lagi seperti apa yang sudah ia lakukan sebelumnya, dan itu bisa membuatnya akan sangat merasa bersalah.

Mereka pun mengakhiri pencarian dan kembali ke hotel untuk istirahat, walaupun tidak menemukan apa yang mereka cari tapi Fahmi dan Rahma merasa sangat bahagia bisa kembali bersama seperti dulu…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *