I’m Sorry 16

Diposting pada

novel romantis terbaru

 

Bagian Enambelas

“ada jalan”

 

Fahmi meleparkan bekas minuman kaleng kepintu masuk ruangannya yang tidak sengaja bertepatan dengan masuknya Riko keruangannya, Fahmi pun sadar dan meminta maaf karena tidak sengaja mengenainya.”ada apa sih kamu Mi, lempar-lepar kaleng kayak gitu. Lagi ada masalah”. Tanya Riko teman kantor Fahmi

“aku bingung Ko, bingung banget”.

“bingung kenapa, kayaknya akhir-akhir ini aku liat kamu kok kayaknya lagi banyak pikiran banget. Ada apa emangnnya, masalah istri kamu”.

“kalo seandainya kamu udah khianatin istri kamu, apa yang bakal kamu lakuin untuk menebus semua kesalahan itu”. Tanya Fahmi dengan nada pasrah

“maksudnya kamu udah khianatin Rahma istri kmu, Fahmi kamu mikir apa sih. Kenapa bisa kamu sampai bisa khianatin dia, selama ini aku pikir hubungan kamu sama Rahma itu baik-baik aja dan harmonis”.

“aku juga nggak tahu kenapa bisa seperti ini”. Fahmi bingung sendiri dan tidak tahu harus berbuat apa untuk menebus semuanya dan mengembalikan situasi seperti dulu.

“ceraikan selingkuhan kamu, mungkin itu salah satu jalan agar kamu dan Rahma bisa kembali bersama”.

“nggak mungkin Ko, dia lagi hamil anak aku. Lagian perceraian bukan sebuah jalan terbaik”.

“terus kamu mau gimana, bagaimana pun Mi Rahma itu istri kamu, dia yang udah berjuang bareng kamu dari dulu. Apa kamu lebih memilih wanita itu dan meninggalkan Rahma”.

Mata Fahmi menyipit dan dahinya mengerut bingung harus bersikap apa, ia sama sekali tidak ingin jika ia sampai berpisah dari Rahma. Namun biar bagaimanapun juga Lisa adalah istrinya yang juga ia nikahi, apalagi Lisa sedang mengandung darah dagingnya mana mungkin Fahmi akan menceraikan Lisa. Lalu Fahmi berfikir bagaimana Rahma ia begitu banyak mencintainya dan tidak ingin kehilangannya sampai kapanpun.

“Fahmi, bagaimana pun kamu harus bisa mengambil keputusan dengan bijak. Jangan sampai karena keegoisan diri kamu sendiri orang lain yang jadi korban, dan aku nggak tega kalo harus liat Rahma tersakiti lebih banyak karena keserakahan kamu”.

Fahmi mengangguk seakan masih tidak mengerti apapun, masalah ini sudah semakin hari makin rumit karena Fahmi tidak cepat mengambil keputusan dalam penyelesaiannya. Hari ini ia memutuskan untuk pulang kerumah Rahma dan Ismail dan ingin menebus rasa rindu yang sudah lama ia tahan.

Rumah Rahma….

Ismail berjalan menemui Rahma, ia tersenyum lebar melihat kearahnya dan memeluk ibunya yang seakan-akan Ismail tahu bahwa Rahma butuh seseorang yang selalu ada disisinya.”mah”. Kata Ismail

“iya sayang”.

“mamah jangan menangis lagi, sebenarnya Ismail tidak suka melihat mamah menangis”.

Rahma tersenyum kagum“mamah tidak menangis sayang, mamah sangat bahagia bersama Ismail”.

“beneran”. Kata Ismail semangat

“tentu saja, mamah sangat sangat sangat bahagia ada Ismail disamping mamah. Jadi jangan pernah tinggalkan mamah, Ismail ngerti kan”.

“iya mah”. Ismail kembali memeluk mamahnya

“mamah”. Panggil Ismail.”sebenarnya Ismail tahu sekarang kalo sebenarnya Ismail ini bukan anak kandung mamah sama papah, tapi Ismail sangat beruntung bisa jadi bagian dari mamah dan juga papah. Dan Ismail janji sama mamah bahwa Ismail akan selalu jagain mamah dan juga akan jadi sosok seperti papah buat mamah, jadi mamah jangn sedih atau nangis lagi karena papah ya mah. Ismail janji sama mamah”. Katanya imut

“iya sayang, jangan khawatir. Mamah juga baik-baik saja, kita bisa melewati ini semua bersama sayang”.

Rahma dan Ismail tidak sadar jika pembicaraannya didengar oleh Fahmi yang sedari tadi berada dibalik tembok yang memisahkan mereka, ia meneteskan air mata mendengar sendiri kata-kata itu keluar dari mulut istri dan juga anaknya. Fahmi berjalan mendekati mereka dan Ismail pun terlihat senang melihat papahnya pulang kerumah.”papah”. Panggil Ismail

Fahmi memeluk anaknya dengan hangat.”papah kangen banget sama Ismail”.

“bukannya tadi pagi papah ketemu sama Ismail”. Katanya polos

“kenapa? Apa papah tidak boleh rindu sama anak papah”.

“tentu saja boleh, Ismail juga kangen sama papah kok”.

“boleh papah bicara dulu dengan mamah, Ismail kekamar dulu ya nanti papah nyusul buat main sama Ismail”.

“iya pah”. Ismail berjalan menuju kamarnya

Setelah Ismail kembali kekamarnya Fahmi merasa ini lah saatnya ia berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Rahma, ia mendekat kearah istrinya dan mencium keningnya kemudian memeluk Rahma sambil meneteskan air mata.”maafin aku”. Kata Fahmi dengan suara yang sangat menyesal

Kali ini Rahma sudah mulai bisa menerima ketulusan Fahmi, bahkan ia membalas pelukan Fahmi dan tersenyum lemar menatapnya.”tidak apa mas, semua sudah terjadi. Maafin aku kalo udah bersikap tidak baik sama kamu”.

“engga sayang, aku yang salah. Aku yang engga tahu diri, kenapa aku melakukannya, kenapa aku bisa seperti ini, kenapa aku tidak sadar bahwa aku memiliki istri yang sangat sempurna. Maafin aku sayang, haruskan aku berpisah dengan Lisa”.

Rahma diam seakan tidak mampu untuk menjawabnya, ia merasa bersalah jika harus egois apalagi posisi Lisa sedang mengandung pasti akan sangat berat tanpa suami disisi nya.”apa itu solusi terbaiknya”.

“asal kamu bahagia, aku hanya tidak ingin menyakiti kamu lagi sayang, aku sangat mencintai kamu dan akan menuruti semua apa yang kamu mau”.

“benar begitu”.

“iya, apapun itu”.

“kalo begitu jangan”.

“maksudnya”?

“jangan pernah meninggalkan Lisa, pasti akan sangat menyakitkan untuknya dan juga Fatimah. Lagipula dia sedang mengandung anak kamu kan mas”.

“aku nggak ngerti apa maksud kamu sayang”.

“mas jangan tinggalkan Lisa, insyaalloh aku ikhlas jika harus di madu oleh kamu. Karena semua sudah terjadi, dan aku akan menerima semuanya”.

“apa kamu sanggup sayang, aku nggak mau jika nantinya kamu akan merasa sakit”.

“insyaalloh aku sanggup, karna aku yakin itu semua bisa dengan seiring berjalannya waktu”.

Fahmi memeluk Rahma dengan menetesakan air mata harus, ia makin bersalah jika Rahma bersikap baik padanya. Padahal ia sudah sangat menyakiti hati Rahma tapi bahkan dia yang meminta agar Fahmi tetap bersama Lisa, yang sudah dengan jelas telah menghancurkan rumah tangganya yang tadinya begitu harmonis dan sangat bahagia namun harus diterpa cobaan seperti ini.

Tidak ada hentinya ia mengucapkan kata maaf dan terimakasih pada Rahma, karena dengan begitu berbesar hati telah menerima keadaan bahwa Fahmi telah menduakannya. Fahmi sangat bersyukur memiliki istri seperti Rahma, ia terus menangis sambil memeluk istrinya bentuk penyesalannya selama ini.”maafin aku sayang, maafin aku, maafin aku”. Fahmi terus mengulang katanya

“udah mas, aku maafin kamu”.

“maafin aku sayang, aku salah aku benar-benar bersalah sama kamu. Maafin aku”.

“iya aku tahu, yang pasti sekarang jangan ada lagi rahasia diantara kita. Dan aku punya satu permintaan buat kamu, apa kamu mau mengabulkannya”.

“apa sayang, apapun itu”?

“aku mau kamu adain acara resepsi kamu sama Lisa, karena biar bagaimanapun orang harus tahu bahwa Lisa adalah istri kamu. Dan kamu menjalin hubungan yang halal dengan dia”.

“nggak mungkin sayang”.

“kenapa nggak mungkin, aku sudah ikhlas dengan situasi ini dan aku mau mas tidak menyembunyikan Lisa lagi”.

“tapi bagaimana dengan kamu sayang, bagaimana pun tidak ada wanita yang ingin dimadu. Aku tahu itu”.

“aku mau, aku mau mas. aku mohon”. Rahma begitu memohon pada Fahmi untuk memberitahu kepada orang perihal hubungannya dengan Lisa, walaupun awalnya Fahmi bersikeras untuk menolaknya tapi ia melihat wajah istrinya begitu tulus memintanya dan itu membuat Fahmi tidak tega sehingga menerima apapun permintaan istrinya walaupun itu juga sangat berat untuk Fahmi.

“kamu yakin akan baik-baik saja”. Tanya Fahmi

“aku akan baik-baik saja, dan ada satu hal yang sangat aku inginkan”.

“apa itu sayang, aku akan penuhin semuanya”.

“aku rela kamu untuk bersama dengan Lisa tapi aku mohon mas aku tidak ingin jika harus satu rumah dengannya, bukan karena aku benci tapi itu semata-mata karena aku tidak ingin jika kita saling cemburu saat sedang bersama kamu. Dan jika seandainya sekarang aku belum bisa menemui Lisa, itu karena aku masih harus menguatkan diri aku mas. Aku ingin semua berjalan seiring berjalannya waktu, apa kamu ada masalah dengan permintaan aku”.

Fahmi terus memandangi Rahma.”kamu adalah perempuan yang paling aku banggakan sayang, aku akan menerima apapun yang kamu inginkan asal itu bisa membuat kamu nyaman dan tetap ada disisi ku”.

Malam itu menjadi saksi bahwa apapun yang terjadi tidak akan membuat cinta Rahma dan Fahmi berkurang, permasalahan apapun yang sedang mereka hadapi bisa diselesaikan dengan baik tanpa ada kata perceraian. Karena apa yang terjadi hari ini itu berawal dari masalalu, karena masalalu tidak bisa diputar kembali jadi bagaimana cara mereka untuk mengatasinya tanpa harus mengorbankan orang lain hanya untuk kebahagian diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *