I’m Sorry 11

Diposting pada
Novel Terbaru : Novel I'm Sorry Bagian 11
Novel Terbaru : Novel I’m Sorry Bagian 11

Bagian Sebelas

“apa yang kamu sembunyikan”

 

Malam tadi Rahma sama sekali tak bisa menutup matanya, semakin ia mencoba maka ia semakin teringat dengan apa yang telah dilakukan Fahmi padanya. Rahma berjalan mendekat jendela dikamarnya, untuk yang kesekian kalinya ia meneteskan air mata dijawahnya. Bayangan kejadian itu telah merusak semua ingatan manis tentang kehidupan sebelumnya, di lihatnya Fahmi masih tertidur pulas tanpa ada beban dipundaknya. Rahma berjalan ke arah Fahmi.”apa yang harus aku lakukan sekarang mas, dengan apa yang telah kamu lakukan ini sudah menghancurkan masa depan yang telah kita bangun. Apapun yang kamu cari dengan menikahinya itu telah menghancurkan aku, bahkan aku tak tahu harus bersikap bagaimana sekarang. Jawab aku jika kamu tahu apa yang harus aku lakukan mas”. Batin Rahma menghadap Fahmi

Air mata yang menetes tak sengaja jatuh diwajah Fahmi, ia pun terbangun lalu terkejut mendapati istrinya menangis. Rahma berusaha menghindar dengan langsung pergi keluar kamar dan di ikuti Fahmi namun Rahma masuk ke kamar Ismail untuk menghindari Fahmi.

Melihat tingkah istrinya Fahmi merasa aneh dan bingung apa yang terjadi pada Rahma sebenarnya, ia berfikir mungkin Rahma kecewa karena ia jarang ada waktu untuknya dan juga Ismail. Fahmi mengetuk kamar Ismail mencoba untuk menemui Rahma dan menyelesaikan masalah mereka.”sayang”. panggil Fahmi

Berkali-kali Fahmi memanggil Rahma namun tak ada jawaban darinya, ia terus menunggu didepan pintu kamar Ismail dan tetap saja Rahma tak membukakan pintu untuknya. karena waktu terus berjalan Fahmi bersiap untuk pergi kekantor.

Didalam kamar Ismail melihat mamahnya sedang menangis dan terlihat sangat sedih, Ismail berpura-pura tertidur agar tak membuat mamahnya cemas. Dengan melihat mamahnya seperti ini Ismail ikut menangis dibalik selimutnya, ia memang tak tahu apa yang telah terjadi pada mamahnya namun ia tahu jika Rahma telah merasakan kesedihan yang begitu mendalam dihatinya.

Rahma tersadar dan mendengar jika Ismail menangis dibalik selimutnya, dengan sigap Rahma mendekati putranya dan menengkan hatinya.”sayang sayang kamu kenapa”. Memeluk Ismail dan berusaha bersikap tak terjadi apa-apa

Ismail memeluk Rahma yang masih menangis sesenggukan

“kenapa sayang, Ismail mimpi buruk ya. Nggak papa ada mamah sayang, mamah disini ko ya. Udah jangan nangis lagi”. Rahma berusaha menenangkan Ismail

Ismail menghapus air mata Rahma yang masih membasahi wajahnya.”mamah jangan nangis, Ismail sedih lihat mamah nangis mah”.

Rahma terpaku mendengar ucapan anaknya, ia sadar jika Ismail menangis bukan karena mimpi buruk tapi ia menangis karena melihat mamahnya sedih didepannya. Rahma mencium Ismail dan memeluknya dengan erat.”maafin mamah sayang, maafin mamah karena udah buat Ismail sedih. Maafin mamah sayang”.

“mamah jangan nangis lagi ya mah, bilang mah sama Ismail siapa yang udah buat mamah sedih. Nanti Ismail akan belain mamah, Ismail akan jagain mamah, soalnya Ismail kan kuat”.

“iya sayang”. Rahma kembali merasa sangat bangga dengan Ismail.”aku harus kuat, aku harus kuat untuk Ismail. Biar bagaimana pun Ismail tidak boleh merasa sedih sepeti yang aku alami, mamah akan jagain kamu sayang”. Batin Rahma

Setelah kejadian itu Rahma berusaha untuk bersikap biasa dan seakan-akan tak terjadi apapun padanya, ia masih belum percaya dengan apa yang dilakukan Fahmi. Rahma masih ingin berfikir harus bersikap apa dan harus bagaimana nanti kedepan Fahmi, didepan orang yang telah mengkhianatinya.

Fahmi pun berada dimeja makan, walaupun hatinya hancur Rahma masih bersikap sebagai seorang istri yang baik. Ia menyiapkan semua keperluan Fahmi dan menyiapkan sarapan untuknya, dan sebebarnya ia tau jika Fahmi butuh seorang istri yang sempurna dimana bisa memberikan keturun darinya. Sementara Lisa bisa memberikan semua yang di inginkan Fahmi dan juga keluarganya.”waaah enak nih”. Kata Fahmi memuji masakan Rahma

“sayang kamu mau makan yang mana”. Tanya Rahma pada Ismail mencoba mengalihkan pembicaraan pada Fahmi

Fahmi merasa ada yang aneh dari Rahma, ia tak seperti biasanya dan bersikap sangat dingin padanya pagi ini.”apa yang terjadi kenapa Rahma seperti ini, ahh mungkin ini perasaan ku aja”. Batin Fahmi

“sayang aku mau biacara”. Kata Fahmi

“biacara aja”. Rahma cuek

“kita bicara di ruang tengah aja, biarin Ismail makan dulu. Sayang papah mau bicara sama mamah dulu ya, kamu sendiri nggak papa kan”.

“iya pah”. Jawab Ismail

Merasa suasana tak enak Fahmi mengajak Rahma untuk berbica dan membahas tentang apa yang terjadi sebenarnya, karena sikap Rahma sangat membuat Fahmi kepikiran. Tibanya di ruang tengah tiba-tiba saja ekspresi Rahma berubah menjadi seperti biasanya.”ada apa mas”. Tanya Rahma dengan melontarkan senyuman

“sebenernya kamu tadi pagi kenapa sayang, aku khawatir sama kamu. Kenapa kamu nangis”.

“aku Cuma ikut sedih mas”.

“sedih, kenapa”?

“aku mau tanya mas”.

“mau tanya apa”?

“mas, menurut mas apa yang harus aku lakukan jika ternyata mas itu udah mengkhianati pernikahan kita”.

DEG jantung Fahmi seakan-akan berhenti berdetak dengan ucapan Rahma yang mengarah kepadanya, ia pun bingung harus menjawab apa pada Rahma karena kenyataannya jika dirinya telah menghianati pernikahan mereka. Fahmi terdiam membisu mendengar ucapan Rahma, ia takut jika memang Rahma telah mengetahui tentang hubungannya dengan Lisa.”sayang”. kata Fahmi gugup dan wajahnya berubah menjadi pucat

“bagaimana mas, jika itu terjadi sama aku. Apa mungkin aku akan baik-baik aja ya mas, jawab aku mas. Apa yang sebaiknya aku lakukan jika kenyataannya seperti itu”.

“sayang aku”. Fahmi masih belum bisa menjawab pertanyaan Rahma.”maksud kamu apa sayang”.

“kenapa mas jadi gugup, apa mas mengkhianati aku mas”.

Fahmi kembali tak bisa menjawabnya, ia hanya memandang Rahma dengan tatapan menyesal

“itu temen aku kok mas, aku Cuma nggak bisa bayangin jika itu terjadi sama aku. Kamu nggak akan mengkhianati aku kan mas”. Rahma mengalihkan topik

“engga sayang”. Fahmi memeluk Rahma.”aku langsung berangkat kerja ya, takutnya macet”.

Tiba-tiba aja Fahmi pamitan untuk berangkat kerja, walaupun Rahma tau jika suaminya hanya bingung karena pada kenyataannya ia telah mengkhianati pernikahannya bersama Rahma dengan hidup bersama wanita lain yaitu Lisa.

Tanpa disadari Rahma kembali menangis mengingat semua yang telah terjadi padanya, ia masih belum bisa menerima jika kenyataannya Fahmi telah mengkhianati pernikahan mereka. Ia ingin mendengar apa alasan Fahmi sebenarnya namun ia tidak kuat jika harus mendengar semuanya, ia belum mau untuk mengetahui hal apa yang telah disembuyikan Fahmi selama ini darinya. Rahma takut jika ternyata semua akan lebih menyakitkan dari apa yang telah ia bayangkan sebelumnya.

Melihat mamahnya menangis Ismail mendekatinya dan mencoba menghibur Rahma, ia sedikit paham jika mamahnya menangis selama ini itu karena papahnya. Walaupun tak tahu apa yang telah terjadi tapi Ismail yakin jika mamahnya tak akan menangis seperti itu jika bukan karena masalahnya yang berat.”mamah”. Ismail memanggil dan mendekati Rahma

Rahma mengusap air matanya, ia tak ingin jika Ismail sedih melihatnya seperti ini. Karena Rahma ingin Ismail tubuh tanpa ada masalah apapun.”sayang, Ismail ko kesini. Makannya udah selesai”.

Tiba-tiba saja Ismail memeluk Rahma dengan wajah yang terlihat sedih, ia tak bisa melihat mamahnya menangis lagi.”mamah kenapa, Ismail nakal sama mamah atau papah nakal sama mamah”. Dengan suara imutnya

“sayang, Ismail kok ngomong gitu”.

“Ismail tau kok, kalo mamah lagi sedih. Bilang sama Ismail mah, siapa yag udah buat mamah Ismail nangis”.

“mamah nggak papa kok sayang, Ismail belajar yang bener ya. Nggak usah mikir yang macem-macem”.

“mamah bener nggak papa”.

“iya sayang, mamah nggak papa kok”.

Rahma kembali memeluk putranya itu, meski hatinya sakit namun melihat Ismail ia sedikit bisa lebih tenang dan sejenak melupakan masalah yang sedang dihadapinya.

Rahma mencoba bersikap tak tahu apapun yang disembunyikan Fahmi padanya, ia masih mempersiapkan diri untuk menerima apapun nantinya yang mungkin akan menghancurkan seluruh hatinya.

Berbulan-bulan Rahma bersikap tak ada apa-apa, ia sadar bahwa apa yang dilakukannya itu tak benar namun ia belum siap dengan apa yang akan terjadi nanti. Ia diam seribu bahasa walaupun sebenarnya hatinya sangat tersakiti dengan apa yang dilakukan Fahmi tapi hatinya masih kacau dan masih ingin menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *