Catatan Kanaya

Diposting pada
Kumpulan Cerpen Terbaru
kumpulan berbagai cerita cerita pendek, Nasihat, motivasi, inspirasi, cinta, islami , sedih dan lucu.

 

Kumpulan Cerpen Terbaru – Libur sekolah telah usai, sudah saatnya Galang pergi kesekolah. Belum lama ini Galang pindah ikut bersama ayahnya, sudah setahun ia tinggal hanya dengan ibunya kini sudah saatnya Galang tinggal dengan ayahnya. Sejak bercerai Galang memang tinggal bersama ibunya namun karena suatu masalah maka Galang harus tinggal bersama ayahnya.

Tak ada hal lain selain sekolah baginya sekarang, masalah yang menimpa keluarganya tak lantas membuat Galang menjadi anak yang pendiam, justru sebaliknya Galang tumbuh menjadi laki-laki yang kuat dan mempunyai semangat yang tinggi dalam mencapai sesuatu yang ia inginkan.

Sebagai anak baru Galang masih belum tau apa-apa tentang sekolah, lingkungan, dan juga teman. Ia hanya berjalan sesuai petunjuk yang ia punya, seperti pagi Galang menunggu bus di halte yang telah ayahnya bilang. Sambil menunggu Galang memperhatikan lingkungan sekitar untuk sekedar mengenal lingkungan barunya, tak lama bus pun datang dan Galang langsung masuk lalu duduk dikursi yang kosong.

Dari jauh Galang melihat siswi memakai seragam tempat ia sekolah, dengan percaya diri Galang mendekati siswi tersebut.”kamu sekolah di permata indah ya”. Kata Galang.”kenalin aku Galang, aku baru pindah kesini”. Galang mengulurkan tangannya

Kumpulan Cerpen Terbaru berbagai cerita cerita pendek, Nasihat, motivasi, inspirasi, cinta, islami , sedih dan lucu.

Namun aneh siswi itu hanya diam tak menjawab pertanyaan Galang, mungkin ia berfikir jika Galang itu aneh atau ia takut jika Galang adalah seorang penjahat. Ia pun duduk disamping siswi itu, tak ada perkataan sedikitpun ditengah perjalanan. Setiap Galang ingin bertanya ia melihat jika siswi itu seperti tak nyaman dengan kehadiran Galang, sampai tak sadar mereka sampai didepan sekolah. Galang bingung harus kemana, ia mencoba memberanikan diri lagi untuk bertanya.”kalo ruang kepala sekolah kamu tau”. Kata Galang ragu

Siswi itu pun lari tanpa memperdulikan Galang, entah ada masalah apa dengan dia tapi sikapnya benar-benar aneh. Galang bejalan lurus berharap ada seseorang yang bisa ia tanya, tiba-tiba saja seseorang mendekati Galang.”kamu Galangkan, anak baru ya. Ayo aku anter ke ruang kepala sekolah, kenalin aku Hadi ketua osisi disini”. Kata Hadi

walaupun bingun dengan kehadiran hadi, namun Galang pun pergi keruang kepala sekolah lalu setelah itu ia diantar menuju kelas barunya, beruntung Galang mendapat respon yang baik dari teman-teman sekelasnya termasuk Hadi.”waah jadi kamu dari Bandung”. Tanya Hadi

“iya”. Jawab Galang

Saat Galang sedang berbincang dengan teman-teman barunya ia melihat siswi yang tadi pagi ia jumpai, Galang pun keluar dan mengikutinya ternyata kelasnya tepat disebelah kelas Galang.”cantik sih, tapi ko jutek banget ya”. Kata Galang lirih

Sudah beberapa hari ini Galang memperhatikan siswi tersebut, Galang merasa ada yang lain dari hatinya setiap melihat dia. Walaupun setiap menyapa, mengajak berbicara, ataupun bertemu secara langsung dia tetap saja tak pernah menjawab Galang. Melihat tingkah temannya Hadi pun curiga dan mencoba menayakan.”liatin siapa sih Lang”. Tanya Hadi membuat Galang terkejut

“ah kamu Di, itu loh cewek itu”. Menunjuknya

“oh Kanaya”.

“jadi namanya Kanaya, nama yang cantik”.

“aku pikir kamu udah tau”.

“gimana aku mau tau, setiap aku tanya atau Cuma sekedar menegur dia nggak pernah jawab. Heran deh aku, ada ya cewek kayak gitu. Tapi lucu sih, dia juga cantik”. Galang tersenyum sendiri

“dia nggak jawab bukan karena nggak mau Lang, tapi diaemang nggak bisa bicara”. Jawab Hadi yang membuat Galang kaget mendengarnya

“maksud kamu”.

“kamu pasti tau apa yang aku maksud”.

Galang memang terkejut mendengar jika Kanaya tak bisa bicara, tapi itu tak membuat rasa kagum didalam hatinya berubah. Justru ia semakin ingin mendekati Kanaya dan ingin mengenalnya lebih jauh.

Kumpulan Cerpen Terbaru berbagai cerita cerita pendek, Nasihat, motivasi, inspirasi, cinta, islami , sedih dan lucu.

Pulang sekolah Galang menunggu Kanaya di halte biasa Kanaya menunggu bus, seperti yang sudah Galang duga jika Kanaya datang dan bersikap seperti tak mengetahui keberadaan Galang.”nama kamu Kanaya kan”. Kata Galang

Kanaya langsung terkeut dan melihat kearah Galang

“kamu pasti bingung aku tau dari mana, dari Hadi. Dan pasti kamu heran kenapa aku ada disini, aku nungguin kamu Kanaya. Aku mau kasih ini”. Galang memberikan buku catatan kecil pada Kanaya.”kamu ambil ini ya, supaya aku bisa tau apa jawaban kamu setiap aku kasih pertanyaan ke kamu. Aku pengen tau kamu lebih jauh Kanaya, dan aku harap kamu nggak menolaknya”.

Hari itu menjadi hari yang paling membahagiakan untuk Galang dan Kanaya, melihat kesungguhan Galang membuat Kanaya tak bisa menolak apa yang Galang katakan. Dan mulai saat itu Galang dan Kanaya menjadi dekat dan dimana mereka sudah dapat berkomunikasi walaupun lewat catatan Kanaya.

One thought on “Catatan Kanaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *